Resmi, Grab Beli Uber Senilai Rp 27,5 Triliun

Persaingan transportasi online di Indonesia memang begitu ketat. Semakin tingginya pengguna ponsel pintar yang mengakses internet, keberadaan Gojek, Grab dan Uber memang sebagai solusi paling tepat. Tak heran ketiga perusahaan itu saling berlomba-lomba jadi pilihan terdepan jutaan masyarakat Indonesia untuk bepergian. Namun kabar baru justru Grab ‘mencaplok’ salah satu pesaing beratnya, Uber.

 

Ya, rupanya Grab sudah memutuskan untuk membeli alias mengakuisisi bisnis Uber di wilayah Asia Tenggara. Tak main-main, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memperkirakan kalau transaksi antara Grab dan Uber itu mencapai kisaran USD 2 miliar (sekitar Rp 27,5 triliun)! Atas merger ini, KPPU sampai meminta Grab untuk mengirimkan pemberitahuan akuisisi mereka atas Uber paling lambat 30 hari kerja sejak awal April ini, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Pelaporan ini wajib dilakukan sesuai dengan aturan minimal merger gabungan Rp 2,5 triliun atau penjualan gabungan minimal Rp 5 triliun. KPPU sendiri mencatat bahwa pasar transportasi online di Indonesia memang dikuasai betul oleh Gojek, Grab dan Uber. Untuk dua perusahaan terakhir sebelumnya menguasai 14,69 persen dan 6,11 persen sehingga kini total pasar Grab dan Uber mencapai 20,8 persen pasar dengan sisa 79,2 persen adalah milik Gojek.

 

Tak hanya di Indonesia, rupanya akuisisi Grab dengan Uber ini juga diperhatikan betul oleh komisi persaingan bisnis Malaysia, Singapura dan Filipina. Sementara itu apa pembelian Uber oleh Grab ini sendiri terjadi di saat aliansi pengemudi ojek online baru saja melakukan demonstrasi besar-besaran untuk mengatur tarif baru. Karena para pengemudi ojek online menilai pihak aplikator (Gojek dan Grab) saling bersaing untuk urusan tarif yang menimbulkan persaingan tak sehat, seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Driver Uber Lebih Pilih Migrasi ke Gojek

 

Satu minggu usai Uber dibeli Grab pada 26 Maret 2018, ternyata para pengemudi Uber justru banyak yang ogah ikut pindah ke Grab. Hal itu terlihat pada Senin (2/4) kemarin saat ratusan ojek Uber mendaftar ke kawasan KKO Mariniri, Cilandak, Jakarta Selatan untuk bergabung ke Gojek. Alasan para ojek Uber ini berpindah ke pesaing Grab itu dikarenakan untuk mendaftar jadi pengemudi Gojek sangatlah mudah.

 

Disebutkan jika hanya perlu membawa fotokopi SIM, STNK, KTP dan HP saja, ojek Uber langsung jadi mitra Gojek tanpa harus melalui ujian berkendara. Karena Grab ternyata memberikan kewajiban uji berkendara dengan kesempatan tiga kali percobaan. Salah satu ojek Uber yakni Budi mengakui bahwa dirinya mendapat pesan dari Uber untuk mendaftarkan diri ke kantor cabang Grab pada 13 April 2018. Namun karena menanti terlalu lama, dirinya memilih bergabung ke Gojek, sang pesaing. Gojek sendiri memang mengumumkan proses pendaftaran pengemudi Uber pada 31 Maret-1 April kemarin.

 

Anterin, Aplikasi Baru Pesaing Gojek-Grab

 

Sementara itu di tengah akuisisi Grab atas Uber dan migrasi ojek Uber ke Gojek, justru muncul kuda hitam bernama Anterin. Ya, Anterin adalah aplikasi transportasi online lokal yang menawarkan jasa pencarian ojek, mobil higga pengiriman barang. Sekedar informasi, Anterin ternyata sudah dibentuk sejak 2016 tetapi baru meluncur ke pasaran di akhir tahun 2017.

 

Hanya saja Anterin memiliki kelebihan di mana pengguna bisa berhak memilih menggunakan jasa dari pihak transportasi togel online yang menawarkan tarif masing-masing. Menurut Imron Hamzah selaku CEO dan Founder Anterin, para pengemudi Gojek dan Grab bisa ikut bergabung di Anterin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *