Terrorisme

Menpora Tidak Takut Ancaman Teroris Menjelang Asian Games 2018

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), tak takut dengan ancaman-ancaman teroris menjelang Asian Games 2018 yang bakal dimulai pada tanggal 18 Agustus 2018 mendatang.

Pasang High Alert

Imam sendiri yakin keterlibatan Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, kepanitian Asian Games, dan Lembaga Sandi Negara bisa mengantisipasi terorisme dalam pesta olahraga paling besar di Asia itu. “Saya kira mesti ada langkah antisipasi dari awal ya, termasuk merekam wajah bandar togel singapura dan juga mendeteksi awal pergerakan orang yang mana dicurigai. Negara tak pernah takut dengan soal tersebut (terorisme), kami memiliki perangkat yang kuat. Tentunya ini perlu dilakukan langkah antisipasi dan juga penyadaran pada siapapun yang mau berbuat jahat pada ajang Asian Games,” ungkap Imam hari Jumat (11/5) kemarin.

“Semua mesti sadar kalau hajat ini adalah hajat nasional untuk Merah Putih. Kalaupun masih ada niat jahat, tentunya mereka mesti kami curigai,” ungkapnya menambahkan. Imam tak ingin kejadian teror bom Sarinah yang terjadi pada tahun 2016 dan Mako Brimob juga yang terjadi 2018, tepatnya akhir-akhir ini dikait-kaitkan dengan Asian Games.

“Sekarang Pelatnas sedang berlangsung dan juga INASGOC tengah berjuang. Bahwa ada peristiwa tersbeut, itu biar ditangani dengan tuntas oleh Kapolri dan Alhamdulillah, tuntas, bukan? Ya, pastinya peningkatan keamanan itu akan jadi fokus utamanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyampaikan bahwa Dewan Olimpiade Asia (OCA) selaku pengawas dari persiapan Asian Games 2018 telah mengetahui dengan peristiwa terorisme yang ada di Indonesia. gatot sendiri sadar bahwa Indonesia mesti menjamin Asian Games 2018 aman dari segala tindakan terorisme.

“Saya katakana pada OCA bahwasanya segala sesuatunya sudah terkendali. Kalau OCA sendiri merasa tak nyaman, pastinya ini sudah dibicarakan dalam Rapat Koordinasi. Meskipun begitu, kami tahu diri,” ucap Gatot.

“Pasca kejadian yang terjadi di Mako Brimob itu, tentunya jadi high alert untuk kami. Dua bulan yang lalu saya sendiri diundang rapat di BIN, selisih 3 hari kemudian menghadiri rapat BNPT yang mana dihadiri di perwakilan kepolisian, Kemlu, INASGOC, dan Kemenpora. Kami saling memaparkan kondisi keamanan,” ungkapnya melanjutkan lagi.

Gatot gatot menerangkan Asian Games 2018 ini akan meniru prinsip Asian Games 2014 di mana saat itu tidak ada insiden apa pun atau tak ada peristiwa yang bakal menimbulkan kerugian. “Poinnya adalah ada atau tak ada peristiwa teror Mako Brimob, kami telah melakukan high alert,” tukasnya.

Polri Juga Waspada

Kapolri Jenderal Pol. M. Tito Karnavian, pada hari Rabu (2/5) minggu lalu, menjadi narasumber pada acara yang diselenggakan sebagai acara menyambut Asian Games 2018. Kapolri sendiri menyampaikan bahwasanya saat ini tengah dan bakal menghadapi agenda tahunan yakni pengamanan Pilkada yang mana sekarang ini masuk dalam tahap kampanye, Ramadhan dan Lebaran serta Asian Games 2018 dan juga Pilpres.

Dalam merangka kegiatan Asian Games 2018, pihak Polri ini telah membentuk operasi Among Raga dimulai dari tanggal 18 Agustus sampai dengan 2 September yang bakal melibatkan personel TNI yang sebanyak lebih dari 36.000 personel. Polri pun bakal membuat pusat komando yang bakal bertempat di Mabes Polri, yang bakal didukung oleh BNI, TNI, Kemenhub sampai dengan stake holder yang lainnya.

Ancaman memang perlu diawasi menurutnya adalah terorisme. Namun Polri sudah melakukan upaya untuk kondisioning.